Gemerlap Malam di Perbatasan Tiga Kabupaten, Dugaan Judi Bola Guler Menggeliat: Siapa Berani Menertibkan?
DetikNews.sbs, Kotawaringin Barat – Dentuman musik keras, riuh para pencari peruntungan hingga aktivitas hiburan malam diduga berpadu dalam satu kawasan di Desa Kenawan, Kecamatan Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan. Di balik gemerlap malam dan suasana hiburan, muncul dugaan praktik perjudian jenis bola guler yang disebut-sebut kembali menggeliat di kawasan perbatasan Kabupaten Sukamara, Lamandau dan Kotawaringin Barat (Kobar).
Dikutip dari Media Buseronline.com edisi Sabtu 29/8/26 permainan tersebut menjadi salah satu magnet keramaian bagi para pengunjung yang datang untuk mencari hiburan sekaligus mencoba peruntungan.
Dengan taruhan mulai dari Rp10 ribu hingga jutaan, pemain memasang uang di atas karpet bergambar dan menunggu bola kecil bergerak di atas papan permainan. Jika bola berhenti pada lubang yang dipilih, kemenangan dengan nilai berlipat disebut menjadi hadiah yang diperebutkan.
Namun di balik sensasi kemenangan sesaat, terdapat sisi gelap yang jauh lebih memprihatinkan.
Uang yang semula dibawa untuk kebutuhan keluarga bisa saja habis dalam hitungan menit. Kekalahan demi kekalahan sering kali membuat pemain terus mengejar keberuntungan, berharap modal yang hilang dapat kembali.
Ironisnya, aktivitas tersebut disebut berlangsung di tengah kawasan hiburan malam. Alunan musik, ruang karaoke dan kehadiran para pemandu lagu seakan menjadi perpaduan yang membuat pengunjung semakin larut dalam suasana.
Saat malam masih ramai, kekalahan mungkin tertutup oleh dentuman musik dan gelak tawa. Namun ketika lampu hiburan padam dan keramaian mulai bubar, kenyataan berbeda menunggu.
Tak sedikit yang mungkin harus pulang dengan kantong kosong.
Lebih menyedihkan lagi, di rumah ada keluarga yang menunggu. Ada kebutuhan dapur, biaya sekolah anak, hingga berbagai persoalan ekonomi yang harus dihadapi. Namun uang justru habis dalam permainan yang menjanjikan kemenangan, tetapi juga menyisakan risiko kekalahan.
Fenomena ini tentu menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
Jika benar terdapat praktik perjudian sebagaimana informasi yang beredar, masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak menutup mata dan segera melakukan pengecekan serta penindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Terlebih, jajaran kepolisian di wilayah Permata Kecubung selama ini terus menggaungkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendorong warga melaporkan aktivitas kriminal atau mencurigakan.
Kini pertanyaannya, apakah aktivitas yang diduga berlangsung di tengah gemerlap malam itu benar-benar luput dari perhatian, atau justru semua pihak sedang menunggu hingga persoalan sosial yang ditimbulkan semakin besar?
Di balik dentuman musik dan janji kemenangan, ada persoalan yang lebih serius untuk dipikirkan: berapa banyak uang yang telah hilang, berapa keluarga yang terdampak, dan sampai kapan praktik yang diduga melanggar hukum itu dibiarkan jika memang benar terjadi?(Mr.Wani).
