BREAKING NEWS

Dari Jombang, H. Muhammad Ansori Bawa Energi Baru untuk Perkuat LAZISNU Kotawaringin Barat

 

Ketua NU Care-LAZISNU Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) H. Muhammad Ansori berfoto bersama Ketua Umum NU Care-LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, Lc., M.A., dalam rangkaian Silaturahmi Nasional (Silatnas) NU Care-LAZISNU se-Dunia di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).


DetikNews SBS.Kotawaringin Barat – Silaturahmi Nasional (Silatnas) NU Care-LAZISNU se-Dunia yang digelar di Jombang, Jawa Timur, menjadi momentum penting bagi NU Care-LAZISNU Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, untuk memperkuat kelembagaan, memperluas jaringan, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Perhelatan Akbar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Rangkaian kegiatan juga berlangsung di kawasan makam almarhum Prof. Dr. (H.C.) KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus Pahlawan Nasional. Suasana penuh khidmat di kawasan makam tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian perhelatan akbar Muktamar NU ke-35.


Ketua NU Care-LAZISNU Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) H. Muhammad Ansori berfoto bersama Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh, M.A., di sela kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) NU Care-LAZISNU se-Dunia di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).


Ketua NU Care-LAZISNU Kobar H. Muhammad Ansori hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Sekretaris NU Care-LAZISNU Kobar Tito Gutomo. Keduanya menjadi perwakilan LAZISNU Kobar dalam forum yang diikuti jaringan NU Care-LAZISNU dari berbagai wilayah Indonesia hingga perwakilan luar negeri.

Peserta Silatnas hadir dari berbagai daerah, mulai Aceh hingga Papua. Forum tersebut juga diikuti perwakilan jaringan NU Care-LAZISNU dari luar negeri, di antaranya Yordania dan Turki.

Bagi Ansori, Silatnas tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi. Forum itu menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring serta menyerap berbagai gagasan baru dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekah.

“Bagi kami LAZISNU Kobar, kegiatan ini sangat penting. Kami bisa bertemu dengan pengurus LAZISNU dari berbagai daerah, saling bertukar pengalaman dan mendapatkan banyak masukan untuk pengembangan LAZISNU di Kotawaringin Barat,” kata Ansori melalui wawancara WhatsApp kepada DetikNews, Sabtu (29/8/2026).




Bukan Sekadar Hadir, Tapi Membawa Pulang Gagasan

Ansori menegaskan, kehadirannya di Jombang bukan hanya untuk memenuhi agenda organisasi. Ia ingin berbagai pengalaman dan gagasan yang diperoleh dalam forum tersebut dapat dibawa pulang dan diterapkan untuk memperkuat LAZISNU di daerah.

“Kami tidak ingin hasil Silatnas ini berhenti sebagai kegiatan atau pertemuan saja. Apa yang kami dapatkan akan kami bawa ke Kobar untuk menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program,” ujarnya.

Menurut Ansori, pengelolaan dana umat merupakan tanggung jawab besar yang harus dilakukan secara amanah, profesional dan transparan.

Kepercayaan masyarakat yang menitipkan zakat, infak dan sedekah kepada LAZISNU, kata dia, harus dijawab dengan pengelolaan yang baik serta program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Karena itu, dana yang dihimpun harus dikelola dengan baik dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program yang benar-benar memberikan manfaat,” tegasnya.

Perkuat Jaringan hingga Tingkat Ranting

Ansori juga menyoroti pentingnya memperkuat jaringan LAZISNU hingga tingkat ranting. Menurutnya, jaringan yang kuat di tingkat bawah akan membuat pelayanan semakin dekat dengan masyarakat.

“Ke depan kami ingin jaringan LAZISNU Kobar semakin kuat sampai ke ranting. Dengan jaringan yang kuat, potensi zakat, infak dan sedekah bisa dihimpun secara lebih baik dan manfaatnya juga bisa diperluas,” katanya.

Ia menjelaskan, selama ini berbagai program LAZISNU Kobar telah menyentuh sejumlah bidang, mulai pendidikan, sosial, keagamaan hingga kemanusiaan.

Salah satunya melalui program NU Care Cerdas, yang memberikan dukungan beasiswa kepada santri berprestasi.

Selain itu, pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah, LAZISNU Kobar juga menyalurkan 90 hewan kurban, dengan manfaat yang diperluas hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

Menurut Ansori, berbagai program tersebut akan terus dikembangkan melalui evaluasi, penguatan jaringan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Bawa Nama Kobar ke Forum Dunia

Silatnas NU Care-LAZISNU se-Dunia di Jombang dihadiri Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh, M.A. dan ditutup Ketua Umum NU Care-LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, Lc., M.A.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang Drs. KH Cholil Dahlan, Pimpinan BAZNAS RI Syarifuddin, S.Ag., M.P., pakar filantropi Hamid Abidin, CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali, serta sejumlah tokoh filantropi lainnya.

Bagi LAZISNU Kobar, keikutsertaan dalam forum tersebut menjadi kesempatan membawa pengalaman gerakan filantropi dari Kalimantan Tengah ke ruang yang lebih luas.

Ansori berharap semangat yang diperoleh dari Jombang dapat menjadi energi baru bagi seluruh pengurus dan jaringan LAZISNU Kobar untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin LAZISNU Kobar terus berkembang dan semakin dipercaya masyarakat. Dari Jombang kami membawa energi dan semangat baru. Mudah-mudahan bisa kami implementasikan di daerah melalui kerja nyata dan program yang semakin bermanfaat bagi umat,” pungkasnya.




Keikutsertaan NU Care-LAZISNU Kobar dalam Silatnas tersebut menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat jaringan hingga tingkat ranting, serta memperluas gerakan filantropi NU di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah.

Dari Jombang, semangat itu dibawa pulang. Bukan sekadar menjadi cerita, tetapi diharapkan menjelma menjadi kerja nyata untuk memperkuat LAZISNU Kobar dan memperluas kemanfaatan bagi masyarakat.

(Gusti)