PCNU Kobar Dukung Penobatan Sultan Kutaringin ke-16, Siap Ambil Bagian dalam Pelaksanaan
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kotawaringin Barat, Sayyid Muhammad Basyaiban usai kegiatan penyerahan hewan kurban dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha yang digelar di workshop Jalan Cilik Riwut 2, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (26/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sayyid Muhammad Basyaiban didampingi Sekretaris PCNU Kotawaringin Barat, Jamaludin, serta Ketua Lazisnu PCNU Kotawaringin Barat, H. M. Anshori.
Dalam pernyataannya, Sayyid Muhammad Basyaiban menegaskan bahwa selama ini PCNU Kotawaringin Barat memiliki hubungan yang erat dengan Kesultanan Kutaringin sehingga mendukung rencana penobatan Sultan Kutaringin ke-16.
“PCNU Kobar selama ini mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Kesultanan Kutaringin. Pada saatnya nanti, diminta ataupun tidak, kami siap turut ambil bagian membantu pelaksanaan penobatan, termasuk dari sisi pengamanan melalui Banser agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sosok yang akan dinobatkan sebagai Sultan Kutaringin ke-16 adalah Pangeran Arsyadinsyah yang sangat kami kenal merupakan putra Sultan Kutaringin ke-14 sekaligus adik kandung Sultan Kutaringin ke-15.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Kotawaringin Barat, Jamaludin, menambahkan bahwa penobatan Sultan Kutaringin ke-16 dinilai penting untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan adat di lingkungan kesultanan.
Menurutnya, sejak mangkatnya Sultan Kutaringin ke-15 sekitar enam bulan lalu, Kesultanan Kutaringin berada dalam masa kekosongan kepemimpinan sehingga diperlukan sosok sultan yang dapat melanjutkan dan menjaga warisan budaya yang telah ada.
“Penobatan Sultan Kutaringin ke-16 ini penting untuk menjaga adat, budaya, serta marwah Kesultanan Kutaringin. Kehadiran seorang sultan diharapkan dapat menjaga dan melanjutkan nilai-nilai yang menjadi warisan kesultanan,” ungkapnya.
Dukungan dari PCNU Kotawaringin Barat tersebut menunjukkan adanya perhatian dan komitmen bersama dalam menjaga eksistensi adat dan budaya Kesultanan Kutaringin sebagai bagian dari identitas sejarah daerah.(Gusti)

