Cucu Sultan ke-13 Tegaskan Dukungan untuk Penobatan Pangeran Arsyadinsyah sebagai Sultan Kutaringin ke-16
Poto: Gusti Kadran cucu sultan Ke- 13
Kali ini, dukungan datang dari Gusti Kadran yang merupakan cucu Sultan Kutaringin ke-13 sekaligus Penasehat Dewan Adat Kesultanan Kutaringin. Ia menilai sosok Pangeran Arsyadinsyah merupakan figur yang tepat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan kesultanan.
Pernyataan tersebut disampaikan Gusti Kadran saat dikonfirmasi detikNews.sbs melalui sambungan telepon seluler dan pesan WhatsApp, usai pelaksanaan silaturahmi serta rapat Majelis Adat Kesultanan Kutaringin yang digelar di kediaman Pangeran Arsyadinsyah di Jalan H.M. Rafii, gang Pepaya,Perum Beringin Rindang, Desa Pasir Panjang, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Minggu (25/5/2026).
Menurut Gusti Kadran, dukungan yang telah disampaikan secara langsung oleh Raden Roro Sri Rahayu Kurniasih selaku putri Sultan Kutaringin ke-15 menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan adat dan garis kehormatan kesultanan.
“Dengan adanya restu dan dukungan langsung dari putri Sultan ke-15, tentu ini menjadi penguat bahwa Pangeran Arsyadinsyah layak melanjutkan amanah kesultanan sebagai Sultan Kutaringin ke-16,” ujar Gusti Kadran.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki hubungan keluarga dekat dengan Pangeran Arsyadinsyah.
“Saya juga merupakan saudara sepupu dengan Pangeran Arsyadinsyah. Ayah beliau adalah Sultan ke-14 yang merupakan kakak kandung almarhumah ibunda saya, Ratu Nurilam,” katanya.
Menurutnya, hubungan kekeluargaan tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa Pangeran Arsyadinsyah memahami nilai-nilai adat, budaya, serta tanggung jawab besar dalam menjaga marwah Kesultanan Kutaringin.
Sebagai Penasehat Dewan Adat Kesultanan Kutaringin, Gusti Kadran menegaskan bahwa penobatan seorang sultan bukan semata persoalan garis keturunan, tetapi juga menyangkut amanah besar dalam menjaga persatuan keluarga besar kesultanan serta melestarikan adat dan budaya Kesultanan Kutaringin.
Ia berharap seluruh keluarga besar kesultanan dan masyarakat dapat tetap menjaga kebersamaan serta menghormati proses adat yang saat ini tengah berjalan di lingkungan Majelis Adat Kesultanan Kutaringin.
“Kesultanan ini adalah warisan leluhur nenek moyang kita yang harus dijaga bersama. Siapa pun yang nantinya dinobatkan, tujuannya adalah menjaga adat budaya dan kehormatan Kesultanan Kutaringin agar tetap lestari,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, dalam agenda silaturahmi Majelis Adat Kesultanan Kutaringin yang digelar sebelumnya, Raden Roro Sri Rahayu secara terbuka menyatakan restu dan dukungannya kepada pamandanya, Pangeran Arsyadinsyah, untuk melanjutkan kepemimpinan Kesultanan Kutaringin sebagai Sultan ke-16.
Dukungan dari berbagai unsur keluarga besar kesultanan tersebut dinilai menjadi bagian dari proses menuju penobatan yang direncanakan berlangsung pada Juni 2026 mendatang sesuai mekanisme dan ketentuan adat yang berlaku di lingkungan Kesultanan Kutaringin.(Gusti)

