Usai Dilantik, Kadis PKP Kobar Abdul Gafur Tancap Gas Benahi BBI Pinang Merah
Kunjungan kerja tersebut difokuskan pada pemeriksaan kondisi fasilitas sekaligus inventarisasi aset yang dimiliki balai. Langkah ini dilakukan untuk memetakan kebutuhan perbaikan dan memastikan seluruh sarana pendukung produksi benih ikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dalam peninjauan itu, Abdul Gafur didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Pengurus Barang, serta petugas BBI Pinang Merah.
Tim meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari kolam pembenihan, bak pemeliharaan larva, sistem sirkulasi air, mesin pompa, hingga berbagai peralatan pembenihan dan ketersediaan pakan induk ikan.
Menurut Abdul Gafur, pendataan aset menjadi langkah strategis sebelum menyusun program peningkatan kapasitas produksi benih ikan. Dengan mengetahui kondisi riil di lapangan, kebutuhan rehabilitasi maupun pengadaan fasilitas dapat diprioritaskan secara tepat.
"Inventarisasi ini kami lakukan agar kebutuhan perbaikan maupun pengadaan sarana pendukung bisa segera diidentifikasi. Harapannya, fasilitas yang belum berfungsi optimal dapat segera dimanfaatkan kembali untuk mendukung peningkatan produksi," katanya.
Ia menegaskan, BBI Pinang Merah memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan benih ikan bagi para pembudidaya di Kotawaringin Barat. Jika kapasitas produksi meningkat, ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah dapat dikurangi sehingga biaya produksi pembudidaya menjadi lebih efisien.
Selain mendukung pengembangan sektor perikanan budidaya, optimalisasi operasional balai juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Abdul Gafur menambahkan, pihaknya berkomitmen membangun tata kelola perikanan yang lebih produktif melalui pemanfaatan aset secara maksimal, peningkatan kualitas benih ikan, serta pelayanan yang semakin baik kepada para pembudidaya di Kabupaten Kotawaringin Barat. (Gusti)

