BREAKING NEWS

Puluhan Guru di Kobar Dilibatkan dalam Upaya Selamatkan Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin

 


DetikNews.sbs. Kotawaringin Barat – Upaya pelestarian Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin terus diperkuat. Sebanyak 41 guru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 17 hingga 19 Juni 2026.


Kegiatan yang merupakan kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar bersama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru sebagai garda terdepan dalam menjaga dan mewariskan bahasa daerah kepada generasi muda.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Muhammad Alamsyah, mengatakan revitalisasi bahasa daerah menjadi langkah strategis untuk mengembalikan fungsi Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin yang mulai mengalami penurunan jumlah penutur.




"Bahasa daerah merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang harus terus dijaga. Peran guru sangat penting dalam mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah kepada para siswa," ujarnya saat membuka kegiatan.


Menurut Alamsyah, Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin bersama Pantun Seloka saat ini juga tengah diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) sebagai bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya lokal yang dimiliki masyarakat Kobar.


Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mendukung perlindungan bahasa dan sastra daerah melalui berbagai program pembinaan dan pendidikan.


Melalui bimtek ini, para peserta dibekali berbagai materi, mulai dari mendongeng, puisi, cerpen, pidato, komedi tunggal hingga tradisi lisan berupa pantun seloka. Materi tersebut nantinya akan diterapkan di sekolah masing-masing sebagai bagian dari program revitalisasi bahasa daerah.




Selain mengikuti pelatihan, para guru juga akan menjalani Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Program ini selanjutnya akan mendapat pendampingan serta evaluasi dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah guna memastikan upaya pelestarian bahasa daerah berjalan secara berkelanjutan.


Di sisi lain, masyarakat mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam melibatkan para guru untuk melestarikan Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin. Namun, ia berharap program tersebut tidak hanya berhenti pada pelatihan, melainkan diikuti dengan penerapan yang berkelanjutan di sekolah dan lingkungan masyarakat agar bahasa daerah tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.(Gusti)