Sobur Rimbo Prawoto Ingatkan Masyarakat Waspada terhadap Pencatutan Nama untuk Transaksi Excavator
Poto: Bukti transfer yang diduga digunakan pelaku untuk meyakinkan calon korban dalam transaksi jual beli excavator.
DetikNews.sbs.Kotawaringin Barat – Tokoh masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) Sobur Rimbo Prawoto, kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan dirinya melalui media sosial maupun aplikasi WhatsApp untuk menawarkan transaksi jual beli alat berat.
Peringatan tersebut disampaikan melalui akun media sosial pribadinya setelah dirinya menerima informasi adanya warga yang diduga mengalami kerugian akibat bertransaksi dengan oknum yang mengaku sebagai dirinya.
Menurut Sobur, modus yang digunakan yakni menawarkan jual beli alat berat jenis excavator. Untuk meyakinkan calon pembeli, oknum tersebut disebut-sebut memperlihatkan foto alat berat dan bukti transfer yang diduga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Saya mengingatkan lagi, kalau ada yang mengatasnamakan saya baik di Facebook maupun WhatsApp selain Facebook ini dan nomor WhatsApp saya yang berakhiran 17845, itu bukan saya," tulis Sobur dalam unggahannya.Junat (12/6/26).
Ia mengaku telah berulang kali menyampaikan peringatan kepada masyarakat melalui Facebook, grup media sosial, maupun status WhatsApp agar tidak mudah percaya kepada akun atau nomor telepon yang mengatasnamakan dirinya.
Menurut keterangan Sobur, beberapa hari lalu dirinya menerima informasi bahwa seorang warga asal Cirebon diduga mengalami kerugian setelah berkomunikasi dengan pihak yang mengaku sebagai dirinya.
Ia juga menyebut sebelumnya pernah menerima informasi serupa dari pihak lain.
Sobur mengatakan dirinya telah dua kali berupaya menyampaikan persoalan pencatutan nama tersebut kepada pihak kepolisian. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, laporan resmi terkait dugaan kerugian harus diajukan oleh pihak yang merasa menjadi korban.
"Saya sudah dua kali mencoba melaporkan ke Polres Kotawaringin Barat, tetapi yang bisa melaporkan adalah korban yang mengalami kerugian," ujarnya.
Atas kejadian tersebut, Sobur mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi langsung sebelum melakukan transaksi, terutama yang melibatkan nominal besar. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap bukti transfer, foto barang, maupun identitas yang dikirim melalui media sosial tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak yang disebut sebagai korban maupun informasi mengenai adanya laporan resmi yang berkaitan dengan dugaan pencatutan nama tersebut.
(Gusti)

