Ir. Gusti Muh. Hadiansyah, S.T., S.H., M.T., IPM Nakhodai Kadin Kotawaringin Barat Periode 2026–2031
Poto: Gusti M. Hadiansyah menerima Surat Keputusan sebagai Ketua Kadin Kabupaten Kotawaringin Barat periode 2026–2031 usai terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII Kadin Kobar di Pangkalan Bun.
Terpilihnya Gusti Dian yang sapaan nama hariaannya ini berlangsung secara aklamasi setelah seluruh peserta yang memiliki hak suara memberikan dukungan penuh kepadanya. Proses pemilihan berjalan sesuai mekanisme organisasi dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Mukab VII Kadin Kobar merupakan forum tertinggi organisasi yang digelar untuk memilih kepengurusan baru sekaligus menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi lima tahun ke depan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Kadin Kalimantan Tengah, pengurus daerah, pelaku usaha, organisasi profesi, asosiasi pengusaha, serta anggota Kadin Kabupaten Kotawaringin Barat yang sudah habis sejak bulan mei 2026 kemaren.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Ekonomi Kadin Kalimantan Tengah, Hardianto Abednego, Selaku Ketua Krateker Kadin Kotawaringin Barat serta Direktur Eksekutif Kadin Kalimantan Tengah, Rusdi, yang memberikan dukungan terhadap proses regenerasi kepemimpinan dan penguatan peran Kadin di daerah.
Dalam sambutannya, panitia pelaksana menyampaikan bahwa Mukab VII merupakan amanat organisasi yang bertujuan melakukan evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya serta menentukan kepemimpinan baru yang mampu menjawab tantangan dunia usaha di tengah dinamika ekonomi dan persaingan yang semakin kompetitif.
Selain agenda pemilihan ketua, forum juga membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan penguatan dunia usaha di daerah, mulai dari pengembangan UMKM, peningkatan investasi, sektor perkebunan, perikanan, pariwisata, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaku usaha.
Melalui forum tersebut, Kadin diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Usai terpilih, Gusti Dian, menerima Surat Keputusan kepengurusan dari Kadin Kalimantan Tengah sebagai bentuk pengesahan kepemimpinannya. Dengan diterimanya surat keputusan tersebut, kepemimpinannya sebagai Ketua Kadin Kabupaten Kotawaringin Barat periode 2026–2031 resmi berlaku.
Dalam sambutannya, Ir. Gusti Muh. Hadiansyah, S.T., S.H., M.T., IPM menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi dunia usaha tersebut selama lima tahun ke depan.
Ia menegaskan komitmennya untuk membawa Kadin Kobar menjadi organisasi yang semakin kuat, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah.
Mengusung semangat "Bersama KADIN, Membangun Sinergi untuk Kemajuan Ekonomi Daerah yang Mandiri, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan",Gusti Dian menilai kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.
Menurutnya, terdapat empat pilar utama yang akan menjadi landasan kepengurusan Kadin Kobar periode 2026–2031.
Pertama, Sinergi, yaitu membangun kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Kedua, Inovasi, dengan mendorong berbagai terobosan dan kreativitas guna mempercepat kemajuan dunia usaha. Ketiga, Daya Saing, melalui peningkatan kapasitas dan kualitas pelaku usaha agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Keempat, Keberlanjutan, yakni komitmen untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Kadin harus menjadi rumah besar bagi dunia usaha di Kotawaringin Barat. Melalui sinergi yang kuat, kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, serta mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya.
Di bawah kepemimpinan yang baru, Kadin Kabupaten Kotawaringin Barat diharapkan semakin berperan aktif dalam mendorong investasi, memperkuat sektor UMKM, menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. (Gusti)




