Ketua DPK GBN-MI Kutai Barat Hadiri Peresmian Kantor Baru Presidium Dewan Adat, Tegaskan Komitmen Sinergi Menjaga Adat dan Bela Negara
DetikNews Kutai Barat | Sendawar
Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Gerakan Bela Negara Mandiri
Indonesia (GBN-MI) Kabupaten Kutai Barat, Selvina, S.H., M.Si.,
menghadiri acara Peresmian Penempatan Kantor Baru Presidium Dewan Adat
Kabupaten Kutai Barat yang berlangsung di kawasan Taman Budaya Sendawar,
Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (19/6/2026).
Peresmian kantor tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Barat,
Frederick Edwin, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, pembukaan
tirai papan nama, pengguntingan pita, serta peninjauan kantor baru Presidium
Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat.
Kegiatan diawali dengan Ritual Adat Pejea, dilanjutkan
penyambutan tamu kehormatan dengan tarian tradisional, kemudian rangkaian acara
resmi yang dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, para Kepala
Lembaga Adat Kecamatan, Kepala Adat Kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat,
organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.
Kehadiran Ketua DPK GBN-MI Kutai Barat menjadi bentuk dukungan
organisasi terhadap penguatan kelembagaan adat sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dari semangat persatuan, pelestarian budaya, dan penguatan karakter
kebangsaan.
Wawancara DetikNews Kutai Barat
Usai mengikuti kegiatan, DetikNews Kutai Barat berkesempatan
mewawancarai Ketua DPK GBN-MI Kabupaten Kutai Barat, Selvina, S.H., M.Si.,
mengenai makna peresmian kantor tersebut.
Menurut Selvina, keberadaan sekretariat yang representatif merupakan
langkah penting dalam memperkuat fungsi lembaga adat di tengah dinamika
pembangunan daerah.
"Saya mengucapkan selamat kepada Presidium Dewan Adat Kabupaten
Kutai Barat atas diresmikannya kantor baru ini. Ini bukan sekadar memiliki
sebuah bangunan, tetapi menjadi simbol semakin kuatnya kelembagaan adat dalam
menjalankan tugas, menjaga nilai-nilai budaya, serta menjadi mitra strategis
pemerintah daerah."
Selvina menilai, masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga
harmoni sosial serta menjadi perekat keberagaman yang ada di Kabupaten Kutai
Barat.
"Adat dan budaya adalah identitas daerah yang harus kita rawat
bersama. Ketika lembaga adat semakin kuat, maka nilai-nilai kebersamaan,
musyawarah, dan gotong royong akan tetap hidup di tengah masyarakat. Hal ini
tentu akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah."
Ia juga menegaskan bahwa DPK GBN-MI Kabupaten Kutai Barat siap menjalin
kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga adat, dalam
membangun semangat kebangsaan.
"Gerakan Bela Negara bukan hanya berbicara tentang pertahanan
negara dalam arti sempit, tetapi juga bagaimana kita menjaga persatuan,
menghormati budaya, melestarikan kearifan lokal, serta memperkuat karakter
bangsa. Karena itu kami siap bersinergi dengan Presidium Dewan Adat Kabupaten
Kutai Barat dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, pendidikan, dan pembinaan
masyarakat."
Lebih lanjut, Selvina berharap sekretariat yang baru diresmikan dapat
menjadi pusat koordinasi yang produktif bagi seluruh pengurus Presidium Dewan
Adat Kabupaten Kutai Barat.
"Semoga kantor ini menjadi rumah bersama yang melahirkan berbagai
gagasan positif, mempererat persaudaraan antar masyarakat adat, dan semakin
meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami percaya sinergi antara
pemerintah, lembaga adat, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh komponen
masyarakat akan menjadi modal utama dalam mewujudkan Kutai Barat yang maju,
sejahtera, harmonis, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya."
Peresmian Kantor Baru Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat menjadi
momentum penting dalam memperkuat eksistensi lembaga adat sebagai mitra
pemerintah daerah. Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta ramah tamah yang
berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
