BREAKING NEWS

𝗣𝗲𝗺𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗧𝗲𝗻𝘂𝗻 𝗔𝗺𝗮𝘇𝗶𝗻𝗴 𝗠𝗮𝗺𝗮𝘀𝗮 𝗜 𝗞𝗲𝗯𝗮𝗻𝗷𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻𝗮𝗻, 𝗕𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗡𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗗𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸 𝗞𝗼𝗹𝗮𝗯𝗼𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗠𝗧𝗜 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗱𝗮 𝗠𝗮𝗺𝗮𝘀𝗮


DetikNews.sbs 𝗠𝗔𝗠𝗔𝗦𝗔,   — Kolaborasi antara Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa dalam gelaran Amazing Mamasa I pada 2023 lalu kini mulai menunjukkan dampak nyata, khususnya bagi pelaku UMKM sektor tenun tradisional.


Salah satu kisah inspiratif datang dari Nona In, peraih Juara I Lomba Menenun dalam ajang tersebut. Ia mengaku sejak keluar sebagai pemenang, permintaan terhadap produk tenunnya meningkat signifikan. Tidak hanya dari pasar lokal, pesanan juga mengalir dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.


“𝑆𝑒𝑗𝑎𝑘 𝑙𝑜𝑚𝑏𝑎 𝑖𝑡𝑢, 𝑘𝑎𝑚𝑖 𝑚𝑢𝑙𝑎𝑖 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛. 𝐵𝑎ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑘𝑖𝑡𝑎𝑟 70 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛 𝑜𝑟𝑑𝑒𝑟 𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑖𝑎𝑠𝑝𝑜𝑟𝑎 𝑇𝑜𝑟𝑎𝑗𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑔𝑎𝑏𝑢𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑀𝑇𝐼,” 𝑢𝑛𝑔𝑘𝑎𝑝𝑛𝑦𝑎.


Dari berbagai pesanan yang diterima, salah satu yang paling menonjol adalah pembuatan 168 pasang pakaian seragam untuk pengurus PMTI. Hal ini menjadi bukti bahwa produk tenun Mamasa tidak hanya memiliki nilai budaya tinggi, tetapi juga mampu bersaing dan diminati dalam skala yang lebih luas.


Dalam proses pemasaran, Nona In mengaku mendapatkan dukungan besar dari perwakilan Mamasa di Jakarta. Ia menyebut peran Christianingrum Sude yang aktif membantu membuka akses pasar dan memperkenalkan produk tenun Mamasa ke jaringan yang lebih luas.


“𝑃𝑒𝑚𝑎𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑚𝑖 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑑𝑖𝑏𝑎𝑛𝑡𝑢, 𝑘ℎ𝑢𝑠𝑢𝑠𝑛𝑦𝑎 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝐼𝑏𝑢 𝐶ℎ𝑟𝑖𝑠𝑡𝑖𝑎𝑛𝑖𝑛𝑔𝑟𝑢𝑚 𝑑𝑖 𝐽𝑎𝑘𝑎𝑟𝑡𝑎. 𝐼𝑡𝑢 𝑠𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑡𝑢 𝑘𝑎𝑚𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔,” 𝑢𝑗𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎.


Kesuksesan ini tidak hanya berdampak pada dirinya secara pribadi, tetapi juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Nona In yang merupakan warga Desa Balla Satanetean kini memberdayakan sekitar 20 penenun dari dua dusun untuk memenuhi berbagai pesanan yang terus berdatangan.


Langkah ini sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi berbasis komunitas, menjadikan tenun sebagai salah satu sektor unggulan yang menjanjikan di Kabupaten Mamasa.


Atas capaian tersebut, Nona In bersama rekan-rekannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Umum PMTI Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Lumbaa, Sekretaris Jenderal Dating Palembangan, serta seluruh jajaran pengurus PMTI yang dinilai telah berperan besar dalam mendorong kemajuan UMKM, khususnya sektor tenun.


Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah Mamasa yang telah membuka ruang kolaborasi dengan PMTI dan menghadirkan program-program nyata yang menyentuh langsung masyarakat.


Tak kalah penting, apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Desa Balla Satanetean yang secara aktif melakukan pembinaan serta memfasilitasi terbentuknya kelompok tenun di desa tersebut, sehingga para penenun memiliki wadah untuk berkembang secara kolektif.


Sebagai bentuk keberlanjutan program, pada pelaksanaan Amazing Mamasa II yang digelar April 2026, PMTI kembali menunjukkan komitmennya dengan menyediakan lapak khusus bagi para pengrajin tenun. Fasilitas ini merupakan hasil kerja sama dengan Ketua Dekranasda Kabupaten Mamasa, Ny. Adel Welem Sambolangi, yang difungsikan sebagai etalase pemasaran produk tenun di dalam Kota Mamasa. Dalam pengelolaan lapak tersebut, peran koordinatif diemban oleh Matheus Daniel Dessararu yang ditunjuk sebagai Person In Charge (PIC) kerja sama antara PMTI dan Dekranasda. 


Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal agar semakin dikenal luas.


Kisah Nona In menjadi cerminan bahwa sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan komunitas lokal mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata. Lebih dari itu, kolaborasi ini juga menjadi upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya tenun Mamasa agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.