BREAKING NEWS

2 Bulan Sewa Alat dan Jaga Malam Belum Dibayar PT Hutama Karya, Proyek Pemulihan Banjir Aceh Disorot




RedaksiDetikNews.ACEH (3/4/2026) — Proyek pemulihan pascabencana banjir bandang di Aceh yang melibatkan perusahaan BUMN, PT Hutama Karya (HK), menuai sorotan. Di balik kelancaran pekerjaan di lapangan, tersimpan persoalan serius terkait keterlambatan pembayaran kepada pihak penyedia alat berat.


Sejumlah penyedia jasa mengeluhkan belum dibayarnya biaya sewa alat berat serta jaga malam yang telah berjalan selama dua bulan terakhir. Padahal, pekerjaan pemulihan yang ditugaskan langsung oleh Presiden Republik Indonesia itu tetap berlangsung tanpa kendala berarti di lapangan.


“Pekerjaan tetap jalan normal, tidak ada hambatan teknis. Tapi pembayaran sewa alat dan jaga malam belum juga diselesaikan,” ujar salah satu pihak penyedia yang enggan disebutkan namanya.


Keterlambatan ini dinilai berpotensi mengganggu keberlanjutan operasional di lapangan, mengingat alat berat dan tenaga pendukung merupakan komponen vital dalam percepatan pemulihan pascabencana.


Proyek pemulihan ini sebelumnya menjadi bagian dari upaya percepatan rehabilitasi infrastruktur pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pemerintah menargetkan pemulihan dilakukan secara cepat untuk mengembalikan aktivitas masyarakat.


Namun, tersendatnya kewajiban pembayaran kepada mitra kerja justru memunculkan tanda tanya terkait tata kelola proyek di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Hutama Karya terkait keterlambatan pembayaran tersebut.


Para penyedia jasa berharap adanya itikad baik dan percepatan penyelesaian kewajiban agar pekerjaan pemulihan tidak terdampak lebih jauh.


Bahkan lebih ironis lagi  sebagian alat berat dan dump truk yang selama ini dipakai untuk percepatan pemulihan sudah dikeluarkan walaupun belum jelas pembayarannya.



Beberapa supir dump truk dan jaga malam mengatakan apabila tidak ada kejelasan dalam bulan ini,mereka akan  melakukan unjuk rasa dikantor Hutama Karya menuntut agar pembayaran segera dituntaskan.ungkap HL.( Redaksi )