Keluarga Korban Desak Polisi Usut Dugaan Pembacokan oleh Oknum Patroli Perusahaan di Rokan Hulu
DetikNews.sbs, ROKAN HULU – Dugaan aksi kekerasan yang melibatkan oknum tim patroli perusahaan di areal perkebunan di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, memicu sorotan.
Seorang pria bernama Taosarao Laia (30) dilaporkan mengalami luka bacok dan penganiayaan, sementara istri serta tiga anak balitanya disebut menyaksikan langsung peristiwa tersebut hingga mengalami trauma.
Insiden itu terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di Afdeling I Perkebunan PT Torganda yang saat ini dikelola PT Agrinas Palma Nusantara, Desa Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai Utara.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami luka bacok di kaki kiri serta bengkak pada bagian rahang setelah diduga dipukul berkali-kali. Pelaku disebut berjumlah dua orang yang diduga merupakan oknum tim patroli perusahaan.
Yang paling menyayat perhatian keluarga, seluruh peristiwa itu terjadi di hadapan Rosmawati Giawa, istri korban, bersama tiga anak mereka yang masih balita. Hingga kini, keluarga mengaku masih mengalami trauma dan ketakutan.
"Kami hanya ingin keadilan.
Anak-anak kami sampai sekarang masih ketakutan karena melihat ayahnya dianiaya di depan mata mereka," ujar Rosmawati.
Sehari setelah kejadian, keluarga mendatangi Polsek Tambusai Utara untuk membuat laporan polisi.
Namun, hingga berita ini ditulis, mereka mengaku belum menerima Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) sebagai bukti resmi laporan telah diterima.
Saat dikonfirmasi mengenai belum diterbitkannya STPL, Kanit Reskrim Polsek Tambusai Utara belum memberikan penjelasan mengenai dasar hukum penundaan tersebut.
Kondisi itu membuat keluarga mempertanyakan kepastian penanganan perkara dan berharap aparat segera bertindak.
"Kami berharap laporan ini diproses secara cepat, profesional, dan sesuai prosedur. Kami hanya ingin kepastian hukum dan rasa aman," kata Rosmawati.
Keluarga juga meminta Kapolres Rokan Hulu memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara tersebut agar proses hukum berjalan transparan dan profesional.
Di sisi lain, PT Agrinas Palma Nusantara diharapkan memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatan oknum yang disebut sebagai anggota tim patroli perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen PT Agrinas Palma Nusantara terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Juliana. R
Kaperwil : Pekanbaru
