BREAKING NEWS

Antrean BBM di Kobar Jadi Sorotan, Pemkab dan Pertamina Bahas Solusi di Tengah Keluhan Warga

 


DetikNews.sbs.Kotawaringin Barat – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menyusul banyaknya keluhan masyarakat, Pemkab Kobar menggelar rapat koordinasi bersama PT Pertamina Patra Niaga dan pengelola SPBU untuk membahas penyebab serta langkah penanganan antrean BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.


Rapat yang berlangsung di Ruang F.A.D. Pati Anom Kantor Bupati Kobar, Rabu (29/7/2026), dipimpin langsung Bupati Kobar Hj. Nurhidayah dan dihadiri jajaran perangkat daerah terkait, perwakilan Pertamina Patra Niaga, serta pengelola SPBU.


Bupati Nurhidayah mengatakan antrean BBM yang terjadi telah menjadi perhatian pemerintah daerah karena berdampak pada aktivitas masyarakat dan sektor usaha. Karena itu, evaluasi bersama diperlukan agar distribusi BBM dapat berjalan lebih baik.




"Kami menerima banyak masukan dan keluhan dari masyarakat terkait antrean BBM. Kondisi ini perlu dicarikan solusi bersama agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal," kata Nurhidayah.


Sementara itu, Sales Branch Manager II Fuel Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Lucky Harianto, memastikan stok BBM di Kobar dalam kondisi aman. Menurutnya, antrean yang terjadi dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi.




"Penggunaan Pertamax turun sekitar 32 persen, sedangkan konsumsi Pertalite meningkat sekitar 12 persen. Pergeseran ini berdampak pada pola antrean di SPBU," ujarnya.


Pertamina mengaku telah mengambil sejumlah langkah, mulai dari memperketat pengawasan distribusi BBM, menambah nozzle pengisian Pertalite di beberapa SPBU, hingga melakukan pengawasan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.


Meski stok dinyatakan mencukupi, masyarakat berharap solusi yang dibahas dalam rapat tersebut tidak hanya berhenti pada tataran koordinasi. Warga menginginkan antrean panjang yang dalam beberapa pekan terakhir terjadi di sejumlah SPBU segera terurai melalui langkah konkret di lapangan, termasuk peningkatan pengawasan distribusi dan keterbukaan informasi terkait pasokan BBM. (Gusti)