Nalitn Tautn di Simpang Raya, Wabup Nanang Adriani Ajak Generasi Muda Lestarikan Adat
*DetikNews.sbs, KUTAI BARAT* – Puncak upacara adat Nalitn Tautn digelar di Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kamis (22/10/2026). Ritual adat masyarakat Dayak Tunjung-Benuaq ini menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya, menjaga warisan leluhur, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut
dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat, H. Nanang Adriani, S.PKP., M.Si.; Bapak
Pembangunan Kutai Barat, Ismail Thomas, S.H., M.Si.; Ketua Presidium Dewan Adat
(PDA) Kabupaten Kutai Barat, Yurang; Camat Barong Tongkok; para kepala adat;
tokoh masyarakat; serta warga setempat.
Pelaksanaan upacara
ini memperlihatkan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah, lembaga adat, dan
masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi yang diwariskan secara
turun-temurun.
Dalam sambutannya,
Wakil Bupati Kutai Barat, H. Nanang Adriani, S.PKP., M.Si., menyampaikan
apresiasi kepada Presidium Dewan Adat, panitia pelaksana, tokoh adat, dan
seluruh masyarakat Kelurahan Simpang Raya yang telah bergotong royong
menyukseskan kegiatan tersebut.
“Atas nama
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja
keras sehingga ritual adat yang agung dan sarat makna ini dapat terlaksana
dengan baik dan khidmat,” ujar Nanang.
Menurutnya, Nalitn
Tautn bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari warisan budaya
yang mengandung nilai-nilai luhur mengenai hubungan manusia dengan Sang
Pencipta, hubungan antarsesama, serta keharmonisan dengan alam lingkungan.
Ritual yang
dimaknai sebagai upaya membersihkan kampung dan memohon pemulihan semesta
tersebut mengandung pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan,
mempererat persaudaraan, serta memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan
bagi masyarakat.
Dorong Generasi
Muda Mengenal Tradisi Leluhur
Nanang menegaskan
bahwa pelestarian adat istiadat merupakan tanggung jawab bersama. Peran para
tetua adat, orang tua, dan generasi muda dinilai penting agar nilai-nilai
budaya lokal tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Ia berharap
generasi penerus tidak hanya mengenal Nalitn Tautn sebagai sebuah upacara adat,
tetapi juga memahami makna, nilai moral, dan pesan kebersamaan yang terkandung
di dalamnya.
Pemerintah
Kabupaten Kutai Barat, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelestarian adat dan
kebudayaan lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat sekaligus kekayaan
daerah yang patut dijaga.
Menurut Nanang,
kemajuan pembangunan perlu berjalan seiring dengan pelestarian kebudayaan.
Perkembangan zaman hendaknya tidak membuat masyarakat melupakan akar
tradisinya, melainkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kearifan lokal
kepada generasi berikutnya.
Ajak Masyarakat
Peduli Lingkungan dan Jaga Kerukunan
Dalam kesempatan
tersebut, Nanang juga menyinggung persoalan kebakaran hutan dan lahan yang
melanda sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk Kabupaten Kutai Barat.
Ia berharap kondisi
segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas
sehari-hari dengan aman dan nyaman. Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan
kepedulian terhadap lingkungan serta menjaga kelestarian alam sebagai bagian
penting dari kehidupan bersama.
Selain itu, Nanang
mengimbau masyarakat Kelurahan Simpang Raya untuk terus memelihara kerukunan,
menghormati perbedaan suku dan agama, serta menjaga situasi lingkungan tetap
aman dan kondusif.
Menurutnya,
semangat persatuan dan gotong royong yang tercermin dalam pelaksanaan upacara
adat perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung
berbagai program pembangunan daerah.
“Sinergi antara
pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat merupakan kunci untuk mewujudkan Kutai
Barat yang semakin maju, adil, sejahtera, dan mandiri,” tegasnya.
Adat dan
Pembangunan Berjalan Beriringan
Puncak upacara adat
Nalitn Tautn di Simpang Raya diharapkan tidak hanya menjadi agenda pelestarian
tradisi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan identitas budaya masyarakat
adat Dayak Tunjung-Benuaq.
Dukungan pemerintah
daerah, peran aktif lembaga adat, dan partisipasi masyarakat menjadi unsur
penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi tersebut.
Melalui pelaksanaan
upacara adat ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menghormati
warisan leluhur, menjaga persatuan, dan melestarikan lingkungan demi
keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Pewarta: Lf
