Proyek Tambang Resahkan Warga Tani Bakti, LSM Sergap Desak Setop Operasional
DetikNews.sbs. KUTAI KARTANEGARA – Warga RT 09 Desa Tani Bakti, Kecamatan Samboja Barat, Kukar, bersama LSM Sergap suarakan kekhawatiran atas aktivitas tambang yang beroperasi sangat dekat permukiman, Sabtu (9/5/2026).
Aktivitas itu dinilai ancam kelestarian lingkungan dan keselamatan warga jangka panjang jika dibiarkan tanpa koordinasi jelas.
Aliran Air Tersumbat, Jarak Tambang–Rumah Terlalu Dekat
Husen, Sekretaris DPW LSM Sergap, turun langsung ke lokasi bersama tim. Pihaknya terima laporan warga soal dampak lingkungan yang mulai nyata.
“Aliran air yang sebelumnya lancar kini mulai terhenti dan membentuk genangan,” kata Husen.
Kondisi lapangan tunjukkan jarak lokasi tambang dengan rumah warga sangat dekat. Ini picu kekhawatiran soal nasib generasi mendatang.
“Kami memikirkan masyarakat di sini karena tambang ini sangat merusak. Kami sudah cek di bawah, itu sangat luar biasa kerusakannya. Kalau kita biarkan terus seperti ini, maka kasihan lah warga-warga di sini,” tegas Husen saat tinjau lokasi.
3 Tuntutan Warga: Stop Sementara, Koordinasi, Patuh SOP
Warga lewat pendampingan LSM Sergap minta operasional tambang dihentikan sementara. Ada 3 poin tuntutan:
1. Penghentian Operasional: Stop seluruh kegiatan tambang di sekitar permukiman untuk bicarakan solusi.
2. Koordinasi Transparan: Tuntut perusahaan koordinasi benar dengan warga setempat.
3. Kepatuhan SOP: Desak pekerjaan sesuai _Standard Operating Procedure_ agar tidak rugikan masyarakat.
LPM: Murni Kepentingan Warga, Siap Fasilitasi Mediasi
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) diwakili Taufik tegaskan gerakan ini murni demi kepentingan warga tanpa kepentingan pribadi. LSM Sergap bersama tokoh masyarakat komitmen fasilitasi komunikasi warga–perusahaan.
“Kami akan monitor bersama. Yang pasti kami akan mendukung keluh kesah warga kami,” ujar Husen. ( Marudut Sijabat)

