BREAKING NEWS

Polisi Turun Langsung ke SPBU, Pastikan BBM di Teluk Pandan Aman dan Tidak Ada Panic Buying


DetikNews.sbs,  Kutai Timur — Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM), jajaran Polsek Teluk Pandan turun langsung melakukan pengecekan stok BBM di sejumlah SPBU wilayah Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (10/5/2026).


Pengecekan dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM tetap aman serta mengantisipasi potensi penimbunan maupun kepanikan masyarakat dalam membeli bahan bakar.


Dipimpin jajaran Polsek Teluk Pandan, monitoring dilakukan di dua SPBU utama, yakni SPBU “AKAWY” Km 8 Desa Suka Rahmat dan SPBU “Linda Baru” Desa Teluk Pandan.



Hasil pengecekan menunjukkan stok BBM di kedua SPBU masih dalam kondisi aman. Di SPBU AKAWY, stok Pertalite tercatat mencapai 8.428 liter, Bio Solar 6.065 liter, Dexlite 3.314 liter, dan Pertamax 2.208 liter.


Sementara di SPBU Linda Baru, stok Pertamax mencapai 14.698 liter, Solar 11.265 liter, Pertalite 7.703 liter, dan Dexlite 5.623 liter.


Kapolsek Teluk Pandan IPDA Joko Feriyanto Susilo, mengatakan kegiatan monitoring dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.


“Kami ingin memastikan stok BBM tersedia dan distribusinya berjalan lancar. Selain itu, pengecekan ini juga untuk mencegah adanya penyalahgunaan maupun praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat,” ujar IPDA Joko.


Sementara itu, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan Polres Kutim bersama jajaran terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di wilayah Kutai Timur demi menjaga stabilitas dan kenyamanan masyarakat.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena stok BBM di wilayah Kutai Timur masih aman,” tegas AKBP Fauzan Arianto.


AKBP Fauzan juga mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan monitoring secara berkala guna memastikan distribusi BBM berjalan tertib serta tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


"Kami juga meminta kepada pihak SPBU agar penyaluran BBM dilakukan sesuai aturan dan tidak melayani praktik pengetapan ataupun penyalahgunaan BBM bersubsidi," tutupnya.