FPK Kobar Perkuat Pembauran dan Kerukunan Antar Etnis Lewat Pertemuan Bulanan
DetikNews.sbs.Kotawaringin Barat – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar pertemuan bulanan di kediaman salah satu anggota FPK Kobar, H. Arisan, yang berlokasi di Vila Bukit Batu Belaman, Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah koordinasi dan silaturahmi untuk memperkuat kebinekaan serta menjaga kerukunan masyarakat lintas etnis di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Sebelumnya, pada April 2026 lalu, pertemuan FPK digelar di Aula Bhineka Tunggal Ika Kantor Badan Kesbangpol Kobar. Untuk memberikan suasana baru dan mempererat kebersamaan antaranggota, pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan secara bergilir di rumah masing-masing anggota FPK.
Pertemuan dipimpin Ketua FPK Kobar, Bambang Suherman, dan dihadiri Sekretaris Badan Kesbangpol Kobar, Sukardi, mewakili Plt Kepala Badan Kesbangpol Kobar. Hadir pula anggota FPK periode 2025–2029 yang berasal dari berbagai perwakilan suku dan etnis di Kobar, di antaranya Sunda, Banjar, Dayak, Melayu, Madura, Bali, Jawa, Batak, Toraja, Minang, Bugis, Sasak, Tionghoa hingga Timor/NTT.
Dalam sambutannya, Sukardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota FPK yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Kobar.
“Atas nama Badan Kesbangpol Kobar, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota FPK. Forum ini merupakan garda terdepan dalam merawat kerukunan, memperkuat pembauran, serta mencegah potensi konflik SARA di daerah kita,” ujar Sukardi.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat, sehingga komunikasi dan koordinasi antar unsur masyarakat harus terus diperkuat guna menjaga kondusivitas daerah.
“Prinsip kita, mencegah lebih baik daripada mengatasi. Karena itu koordinasi dan komunikasi harus terus diperkuat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua FPK Kobar, Bambang Suherman, dalam kesempatan tersebut turut menyoroti sejumlah isu yang berkembang di masyarakat, mulai dari persoalan distribusi BBM hingga adanya rencana pembuatan film mengenai tragedi tahun 2001 di Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Kami meminta pemerintah daerah selalu tegas menertibkan BBM agar tidak terjadi penimbunan pada masa penyesuaian harga. Pemerintah juga harus tanggap terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat saat ini,” kata Bambang.
Pertemuan bulanan FPK berlangsung penuh keakraban dan diharapkan semakin memperkuat sinergi antar unsur masyarakat dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan stabilitas daerah di Kabupaten Kotawaringin Barat.(Gusti).

