BREAKING NEWS

Dari Bukit Indra Kencana, Kesultanan Kutaringin Menanti Sultan ke-16


 Oleh: Gusti Syahwani (Wartawan DetikNews.sbs Kobar)

Rabu, 13 Mei 2026


Di atas Bukit Indra Kencana, berdiri megah Istana Kuning Kesultanan Kutaringin yang hingga kini tetap menjadi simbol kebesaran adat, budaya, dan sejarah panjang kerajaan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Bangunan bersejarah tersebut bukan sekadar peninggalan masa lampau. Istana Kuning diketahui berdiri sejak abad ke-17, sekitar tahun 1637.



Hingga kini, istana tersebut tetap menjadi lambang marwah budaya Melayu yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.


Di balik dinding-dinding tua istana, tersimpan jejak perjalanan para sultan yang pernah memimpin serta membesarkan Kesultanan Kutaringin.


Namun, sejak wafatnya Sultan Kutaringin ke-15, Pangeran Ratu Alidin Sukma Alamsyah bin Pangeran Ratu Alamsyah, singgasana kesultanan hingga kini masih belum memiliki penerus resmi.


Kepergian Sultan ke-15 meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar kesultanan maupun masyarakat yang selama ini menghormati beliau sebagai tokoh adat dan penjaga warisan budaya Melayu Kutaringin.


Almarhum diketahui hanya memiliki seorang putri tunggal, yakni Raden Ayu Sri Rahayu Kurniasih, dan tidak memiliki putra laki-laki. Karena itu, perhatian masyarakat kini tertuju pada garis keluarga laki-laki terdekat dalam lingkungan Kesultanan Kutaringin.


Di tengah masyarakat, nama Pangeran Arsyadinsyah yang merupakan adik laki-laki tertua almarhum sultan yang masih hidup, mulai banyak diperbincangkan sebagai salah satu figur yang dinilai berpeluang melanjutkan estafet kepemimpinan kesultanan.


Berdasarkan informasi yang berkembang di kalangan masyarakat, penobatan Sultan Kutaringin ke-16 disebut-sebut akan dilaksanakan pada Juni 2026 mendatang.Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pihak Kesultanan maupun Dewan Adat terkait proses penobatan tersebut.


Dalam tradisi sejumlah kesultanan di Nusantara, garis penerus kepemimpinan dapat dilanjutkan oleh saudara laki-laki sultan apabila tidak terdapat putra mahkota laki-laki. Namun, seluruh keputusan tetap bergantung pada ketentuan adat, hasil musyawarah keluarga besar kesultanan, serta Dewan Adat Kesultanan.


Pangeran Arsyadinsyah diketahui memiliki dua putra dan dua putri. Sementara sang istri telah lebih dahulu wafat. Sosok beliau dikenal masyarakat sebagai pribadi yang sederhana, humoris, serta dekat dengan keluarga besar kesultanan maupun masyarakat sekitar.


Selain Pangeran Arsyadinsyah, keluarga besar Kesultanan Kutaringin juga masih memiliki seorang saudara laki-laki lainnya, yakni H. Ir. Pangeran Nurarudinsyah. Adapun saudara perempuan dalam keluarga besar kesultanan di antaranya Hj. Ratu Nurediningsih, Ratu Nuraini, Hj. Ratu Nur Maulidinah, dan Ratu  Nur Saptinah. Mereka merupakan putra-putri Sultan Kotawaringin ke-14 sekaligus saudara kandung almarhum Sultan Kutaringin ke-15.


Masyarakat berharap proses suksesi Kesultanan Kutaringin nantinya dapat berjalan dengan baik, damai, serta tetap menjunjung tinggi nilai adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Di tengah penantian tersebut, Istana Kuning tetap berdiri anggun dan berwibawa di puncak Bukit Indra Kencana, seolah menjadi saksi perjalanan sejarah yang terus berlanjut dari masa ke masa.


Kini masyarakat menanti hadirnya sosok yang kelak akan meneruskan tongkat estafet Kesultanan Kutaringin serta menjaga marwah budaya Melayu di Bumi Marunting Batu Aji.*