BREAKING NEWS

Dari Ban Bekas Jadi Rezeki, Wahyu Utomo Sulap Ban Tak Terpakai Jadi Layak Jalan

Oleh; Gusti Syahwani (Wartawan 

DetikNews.sbs.Kobar)

Sabtu 8 Mei 2026



DetikNews.sbs. KOBAR - Di tengah mahalnya harga suku cadang kendaraan, sosok Wahyu Utomo hadir memberi solusi bagi masyarakat. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik ban ini menekuni usaha mengumpulkan ban bekas untuk diperbaiki, diukir, hingga disulap kembali menjadi ban layak pakai dengan harga yang lebih terjangkau.


Di bengkel sederhananya  yang berada di Jalan A. Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Wahyu tampak telaten mengerjakan ban-ban bekas yang sudah mulai aus.


Dengan keterampilan dan pengalaman yang dimilikinya, ia menghidupkan kembali ban yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi barang yang masih bisa digunakan.


Tak hanya menjual ban bekas hasil perbaikan, banyak pelanggan juga datang membawa ban milik mereka sendiri yang sudah mulai gundul untuk diukir ulang atau “dibatik” kembali agar tapaknya terlihat lebih bagus dan nyaman digunakan.


“Kalau yang datang cuma ingin dibatik lagi dan disemir, saya hanya ambil upah jasanya saja,” ujar Wahyu sambil membersihkan ban yang baru selesai dikerjakannya.



Menurut Wahyu, usaha tersebut sudah ia jalani sejak beberapa tahun terakhir. Ban bekas yang dikumpulkan berasal dari bengkel maupun pelanggan yang sudah tidak lagi menggunakan ban kendaraannya.


Setelah diseleksi, ban yang rangkanya masih bagus akan diperbaiki dan diukir ulang bagian tapaknya agar kembali layak digunakan.


“Kalau kondisi kawat dan rangkanya masih bagus, biasanya masih bisa diperbaiki lagi. Setelah diukir, tampilannya juga lebih rapi dan masih aman dipakai,” katanya.


Selain membantu masyarakat mendapatkan ban dengan harga ekonomis, usaha yang dijalani Wahyu juga dinilai ikut membantu mengurangi limbah ban bekas yang berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan.


Meski pekerjaannya penuh noda hitam karet dan oli, Wahyu mengaku tetap bersyukur karena usaha tersebut mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.


Baginya, pekerjaan itu bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga memanfaatkan keterampilan yang telah lama ia tekuni.


Ban hasil perbaikan di bengkelnya kini banyak diminati pengendara roda dua maupun roda empat yang mencari alternatif ban murah namun tetap fungsional.


Di balik tangan yang kasar dan penuh bekas oli, Wahyu Utomo membuktikan bahwa barang bekas pun masih memiliki nilai ekonomi jika dikerjakan dengan ketekunan, keahlian, dan kemauan untuk terus berusaha.