BREAKING NEWS

Longsor Terjadi di Desa Tugu Selatan, 40 Warga Cisarua Terpaksa Mengungsi


DETIK NEWS | CISARUA — Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama menyebabkan meluapnya aliran air drainase, sehingga tembok penahan tanah (TPT) jebol dan memicu longsoran. Material tanah serta luapan air kemudian masuk ke rumah warga dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Kejadian ini berlokasi di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Tugu Selatan. Dampak bencana mengakibatkan 11 kepala keluarga atau 36 jiwa terdampak, satu kepala keluarga atau empat jiwa dalam kondisi terancam, serta 12 kepala keluarga atau 40 jiwa harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani, hari ini. 

Ia menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat akumulasi air hujan yang tidak tertampung saluran drainase.

Akibatnya terdapat sembilan rumah terdampak, dengan rincian tiga rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsoran, sementara enam rumah lainnya hanya terdampak luapan air tanpa kerusakan struktur bangunan.

Kerugian materiil tercatat meliputi enam unit rumah terdampak, tiga unit rumah mengalami kerusakan ringan, serta satu unit rumah berada dalam kondisi rawan longsor.

BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan koordinasi dengan aparat setempat serta menjalankan penanganan sesuai prosedur operasional kebencanaan. 

Selain itu, dilakukan pendataan dampak kejadian, edukasi kebencanaan kepada masyarakat, serta imbauan kewaspadaan mengingat potensi longsor susulan. 

Penanganan ini berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Provinsi Jawa Barat tahun 2025/2026 sesuai keputusan gubernur yang berlaku hingga 30 April 2026.

Kebutuhan mendesak di lokasi meliputi logistik tanggap darurat, terpal, serta pasokan air bersih yang sedang didistribusikan kepada warga terdampak. 

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan antara lain TRC BPBD Kabupaten Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran, aparat desa, TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Puskesmas setempat, Tagana Dinsos, serta berbagai unsur relawan dan masyarakat.

Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih dalam proses penanganan. Bangunan rumah yang tertimbun material longsoran belum dapat dievakuasi, dan pembersihan material akan dilanjutkan pada hari berikutnya. 

Sebagian rumah yang terdampak aliran air telah dibersihkan secara mandiri oleh warga. Distribusi logistik dan air bersih terus dilakukan, namun situasi di lokasi masih belum sepenuhnya kondusif.

BNPB mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah yang masih berpotensi terjadi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. 

Masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang, menjaga kebersihan saluran drainase, menghindari aktivitas di daerah rawan bencana saat hujan lebat, serta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila terjadi peningkatan risiko. (*)