BREAKING NEWS

Tanamkan Cinta Bahari, Ratusan Siswa SD di Balikpapan “Serbu” Markas Ditpolairud Polda Kaltim

 


DetikNews.sbs, Balikpapan - Direktorat Kepolisa Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur menerima kunjungan edukatif dari ratusan siswa SDN 001 Balikpapan Kota. Kegiatan bertajuk studi wisat ini digelar di Markas Komando (Mako) Ditpolairud Polda Kaltim pada Sabtu, 18 April 2026.


Sebanyak 124 siswa didampingi 32 guri hadir untuk mengenal lebih dekat peran kepolisian dalam menjaga wilayah perairan serta melestarikan ekosistem pesisir.


Edukasi Tugas Kepolisian dan Patroli Laut


Acara yang dimulai pukul 08:15 Wita ini diawali dengan sambutan hangat dari personel Ditpolairud. Para siswa diberikan pengarahan awal mengenai tugas pokok dan fungsi kepolisian perairan dalam menjaga kedaulatan laut Indonesi.


Antusias siswa memuncak saat mereka diajak langsung menuju dermaga. Disana mereka berkesempatan melihat armada kapal patroli yang digunakan petugas untuk mengamankan wilayah perairan Kalimantan Timur. Momen ini dimanfaatkan petugas sebagai sarana edukasi agar generasi mu uda memahami pentingnya menjaga keamanan laut.


Aksi Nyata Pelestarian Manggrove


Tak hanya soal keamanan, aspek lingkungan juga menjadi menu utama dalam kunjungan ini. Di bawah panduan Aipda Taufik Ismail dan Bripka Purwanto, para siswa diperkenalkan pada ekosistem manggrove.


Mereka juga diajarkan praktik langsung cara menanam manggrove yang benar. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem.


“Diharap melalui kegiatan ini para siswa dapat memperoleh wawasan baru sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dan tanah air,” ujar Aipda Taufik


Kegiatan studi wisata berakhir pada pukul 10:30 Wita dalam keadaan aman dan tertib. Melalui inisiatif seperti ini, Polri berharap dapat membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya generasi muda, sembari menyebarkan pesan positif mengenai pelestarian alam dan keamana nasional, tutup Taufik.


(Marudut Sijabat)