BREAKING NEWS

Kaltim Membara! Aliansi Rakyat Serukan Aksi Besar ‘Kaltim Darurat’ pada 21 April

 

DetikNews.sbs, Samarinda - Gelombang ketidakpuasan terhadap kinerja Pemerintahan Provinsi Kalimantan Tumur mencapai puncaknya. Aliansi Rakyat Kaltim secara resmi menyuarakan aksi unjuk rasa besar-besaran yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026.


Aksi yang mengusung tema provokatif “Kaltim Darurat, Pemprov Tirak Becus, Rakyat Tidak Terurus” ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan publik dan tata kelola pemerintahan di wilayah Bumi Etam.


Titik Kumpul dan Rute Aksi


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari seruan terbuka massa aksi, demonstrasi akan dimulai pukul 08:00 WITA. Massa direncanakan berkumpul di kawasan Islamic Center Samarinda sebagai titik awal (titik kumpul), sebelum kemudian bergerak menuju pusat pemerintahan 


Adapun sasaran utan aksi adalah :

1.Kantor DPRD KALTIM

2.Kantor Gubernur Kaltim


Tiga Tuntutan Utama


Aliansi Rakyat Kaltim membawa rapit merah bagi pemerintah daerah dengan mengajukan tiga tuntutan krusial:

1. Evaluasi Kebijakan: Mendesak peninjauan ulang menyeluruh terhadap seluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim yang dinilai belum berpihak pada kepentingan rakyat.

2. Pemberantas KKN: Menuntut penghentian segera praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di lingkungan birokrasi Kaltim

3. Optimalisasi Pengawasan: Mendesak DPRD Kaltim untuk tidak “mandul” dan segera menjalankan fungsi pengawasan secara total terhadap kinerja eksekutif.


Akar Kekecewaan


Masalah pelayanan dasar, infrastruktur yang belum merata, hingga dugaan praktik korupsi menjadi bahan bakar utama gerakan ini. Slogan aksi yang beredar luas di media sosial mencerminkan kebutuhan mendasarnya terabaikan di tengah melimpahnya sumber data alam di Kaltim.


Aksi ini diprediksi akan menarik massa dalam jumlah besar, mengingat isu yang diangkat menyentuh langsung keresahan sosial dan ekonomi warga lokal. Hingga berita ini diturunkan, pihak keamanan diharapkan sudah mulai bersiaga di titik-titik vital guna mengantisipasi kemacetan dan menjaga kondusivitas Kota Samarinda selama aksi berlangsung.


(Marudut Sijabat)