BREAKING NEWS

Satgas Gabungan Tetap Siaga di Kumpai Batu Bawah, Luas Karhutla Capai Lebih dari 800 Hektare

 

Petugas melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kumpai Batu Bawah, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu terjadinya penyalaan ulang.Poto Damkar Kobar.


DetikNews.sbs.Kotawaringin Barat – Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih disiagakan di Desa Kumpai Batu Bawah, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu (23/8/2026).


Petugas tetap berjaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyalaan ulang api di area yang sebelumnya terbakar. Tim gabungan juga terus memantau kondisi lapangan dan melakukan penanganan apabila ditemukan titik api.


Kepala Bidang Operasi Satgas sekaligus Kepala Damkar Kobar, Dwi Agus Suharsono, mengatakan saat ini seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla masih disiagakan di lapangan.


“Tim gabungan saat ini tetap standby di posko untuk mengantisipasi apabila terjadi penyalaan ulang api di lokasi yang terbakar,” ujar Dwi Agus.


Ia menyebutkan, luas lahan yang terdampak kebakaran di wilayah tersebut saat ini telah mencapai lebih dari 800 hektare.

Selain personel yang sebelumnya sudah berada di lokasi, terdapat tambahan kekuatan dari Brigif 40/Huma Betang yang saat ini disiagakan di Posko Induk Tanggap Karhutla BPBD Kobar. Sebanyak 10 personel tambahan turut memperkuat kesiapsiagaan tim di posko.




“Secara keseluruhan ada sekitar 50 orang yang standby di posko,” jelasnya.


Personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, Tagana, serta unsur terkait lainnya. Seluruh tim juga didukung berbagai peralatan pemadaman untuk mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan.


Sementara itu, Kepala BPBD Kobar menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu dukungan helikopter water bombing untuk membantu penanganan karhutla, khususnya pada wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.


Kesiapsiagaan terus dilakukan mengingat kondisi lahan yang telah terbakar cukup luas dan potensi munculnya kembali titik api masih menjadi perhatian tim di lapangan.


Satgas gabungan memastikan pemantauan dan penjagaan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali meluas ke area lainnya.(Gusti).