Simpang Tiga Pelingkau Kian Padat, Warga Minta Traffic Light atau Pos Pengaturan Lalu Lintas
Padatnya kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum hingga truk bertonase besar, membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintasi kawasan tersebut, terutama pada jam-jam sibuk.
Salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi, Aryad, mengaku kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan, bahkan bagi pejalan kaki.
"Jangankan saya yang hanya berjalan kaki ke Masjid Al Fajar yang kebetulan dekat simpang, mau menyeberang saja agak takut. Harus betul-betul menunggu kendaraan agak sepi dulu baru berani menyeberang," ujarnya.
Menurut Aryad kepadatan arus lalu lintas di Simpang Tiga Pelingkau terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga diperlukan langkah penanganan demi keselamatan pengguna jalan.
Senada dengan itu, warga lainnya berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera mengambil langkah, baik dengan memasang lampu lalu lintas maupun menempatkan petugas di lokasi.
"Kalau memang belum bisa dipasang traffic light, setidaknya ada pos atau petugas yang mengatur lalu lintas, terutama pada jam-jam ramai. Dengan begitu, kendaraan lebih tertib dan masyarakat yang menyeberang juga merasa lebih aman," harap seorang warga.
Masyarakat berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah dan pihak berwenang.
Mengingat Simpang Tiga Pelingkau merupakan salah satu akses strategis di Kabupaten Kotawaringin Barat, keberadaan fasilitas pengaturan lalu lintas dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan, mengurangi potensi kecelakaan, serta memperlancar arus kendaraan.(Gusti).

