BREAKING NEWS

SDM Disiapkan, RSSI Pangkalan Bun Gelar Pelatihan Kegawatdaruratan Psikiatri Jelang Operasional Paviliun Jelutung

 


DetikNews.sbs.Kotawaringin Barat – RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun terus mematangkan persiapan operasional Paviliun Jelutung, ruang rawat inap khusus pasien gangguan jiwa, dengan menggelar Pelatihan Tata Laksana Kegawatdaruratan Psikiatri dan Risiko Bunuh Diri di ruang pertemuan IGD lantai 3, Sabtu (11/7).


Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 63 peserta yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker, ahli gizi, Pembantu Orang Sakit (POS), hingga petugas keamanan (satpam) yang nantinya akan bertugas di Paviliun Jelutung.


Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang aman, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien.

Pelatihan dibuka oleh Plt Wakil Direktur RSSI Pangkalan Bun, Rakhmat Sucahyo.


Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadiran Paviliun Jelutung menjadi langkah strategis rumah sakit dalam memperluas akses pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif bagi masyarakat Kotawaringin Barat dan sekitarnya.




"Pelayanan kesehatan jiwa membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, tidak hanya dari sisi klinis, tetapi juga mampu menangani kondisi kegawatdaruratan psikiatri secara cepat, tepat, dan humanis. Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh petugas memiliki kesiapan optimal sebelum Paviliun Jelutung mulai beroperasi," ujarnya.


Materi pelatihan disampaikan oleh dr. Novera Pembriyani, M.Biomed., Sp.KJ dan Aryo Julistiyanto, S.Kep., Ns., yang membahas penanganan kegawatdaruratan psikiatri, pasien dengan perilaku agresif, asesmen dan manajemen risiko bunuh diri, komunikasi terapeutik, hingga penerapan keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan jiwa.


Melalui pelatihan ini, RSSI Pangkalan Bun berharap seluruh tenaga kesehatan memiliki kesiapan yang optimal sehingga operasional Paviliun Jelutung dapat menghadirkan layanan kesehatan jiwa yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.




Di sisi lain, sejumlah masyarakat menyambut baik kehadiran Paviliun Jelutung sebagai fasilitas layanan kesehatan jiwa di Kotawaringin Barat.


Mereka berharap operasional paviliun didukung tenaga medis yang profesional, sistem keamanan yang memadai, serta edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sehingga pelayanan dapat berjalan maksimal dan diterima dengan baik oleh masyarakat.(Gusti).