BREAKING NEWS

Miris! Puluhan Murid SDN 1 Batu Belaman Belajar Lesehan, DPRD Desak Pemkab Kobar Segera Sediakan Ruang Kelas Darurat

 

Sejumlah siswa SDN 1 Batu Belaman terpaksa belajar lesehan di gedung swadaya akibat kekurangan ruang kelas. Foto: Detik News.sbs/Gusti Syahwani


DetikNews.sbs.Kotawaringin Barat – Nasib para siswa SDN 1 Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan cara lesehan menuai keprihatinan. Kondisi tersebut menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial dan memunculkan desakan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata.


Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, H. Arief Asyrofi, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar segera menyiapkan ruang kelas darurat agar para siswa dapat belajar dengan lebih layak.

Saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026), Arief menilai persoalan itu dipicu meningkatnya jumlah penduduk di Desa Batu Belaman yang tidak diimbangi dengan penambahan sarana dan prasarana pendidikan.


"Kenapa murid SDN 1 ada yang belajar lesehan? Prediksi saya karena perkembangan permukiman di Desa Batu Belaman semakin pesat, otomatis jumlah penduduk bertambah, sementara sarana dan prasarana pendidikan masih kurang," ujarnya.




Menurut Arief, DPRD telah mendorong Dikbud Kobar agar segera mengambil langkah cepat dan komprehensif demi memenuhi hak dasar anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak sesuai amanat Undang-Undang.


Dalam jangka pendek, ia mengusulkan penyediaan ruang kelas darurat beserta meja dan kursi, bahkan bila diperlukan meminjam fasilitas dari sekolah dasar terdekat.


Sementara untuk solusi jangka panjang, ia meminta pembangunan ruang kelas baru segera dianggarkan melalui Perubahan APBD (ABT) 2026 atau sumber anggaran lainnya.


Gedung pertemuan yang dibangun secara swadaya oleh Komite Sekolah kini dimanfaatkan sebagai ruang belajar sementara bagi siswa SDN 1 Batu Belaman, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Keterbatasan ruang kelas membuat sejumlah siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan duduk lesehan sambil menunggu penambahan ruang kelas dari pemerintah. Foto: DetikNews.sbs/Gusti Syahwani


"Yang terpenting sekarang adalah jangan sampai anak-anak terus belajar dalam kondisi yang tidak layak. Pendidikan mereka tidak boleh menunggu terlalu lama," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Muhammad Alamsyah, membenarkan bahwa SDN 1 Batu Belaman memang masih kekurangan ruang kelas.

Ia menjelaskan, saat ini sekolah tersebut memiliki 12 rombongan belajar (rombel), namun hanya didukung 8 ruang kelas, sehingga masih kekurangan 4 ruang kelas.


Akibat keterbatasan tersebut, empat rombongan belajar terpaksa menggunakan gedung pertemuan yang dibangun secara swadaya oleh Komite Sekolah. Dalam praktiknya, sebagian siswa harus belajar dengan duduk lesehan karena keterbatasan fasilitas.


"Saya telah melaporkan kondisi ini kepada DPRD. Dalam waktu dekat sarana dan prasarana SDN 1 Batu Belaman akan segera dilengkapi," kata Alamsyah.


Kondisi yang dialami para siswa SDN 1 Batu Belaman menjadi potret bahwa masih ada anak-anak di Kotawaringin Barat yang belum menikmati fasilitas pendidikan yang memadai.


Di tengah semangat meningkatkan kualitas pendidikan, mereka justru harus menimba ilmu dengan duduk di lantai karena keterbatasan ruang belajar. Kini, harapan besar tertuju pada langkah cepat pemerintah agar anak-anak tersebut segera mendapatkan ruang kelas yang layak dan nyaman untuk belajar.(Gusti).