Fachrudin Dorong Penguatan Etika Kerja Tenaga Kesehatan, RSSI Gelar Penilaian Duta Etik 2026
Menurut Fachrudin, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan medis, tetapi juga oleh integritas, sikap profesional, dan etika seluruh tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.
"Duta Etik diharapkan mampu menjadi role model dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, menjunjung tinggi etika profesi, serta menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.
Penilaian Duta Etik telah berlangsung sejak Maret 2026 dengan melibatkan 21 peserta dari berbagai unit pelayanan, baik rawat inap maupun rawat jalan.
Para peserta merupakan tenaga kesehatan yang dinilai memiliki kompetensi, pemahaman terhadap kode etik profesi, integritas, serta kemampuan komunikasi yang baik.
Melalui kegiatan tersebut, manajemen RSSI berharap dapat melahirkan figur-figur teladan yang mampu menginspirasi seluruh pegawai dalam menerapkan budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Program ini juga menjadi salah satu langkah RSSI Pangkalan Bun untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.(Gusti).


