DBD Meningkat, Warga Pertanyakan Langkah Pencegahan Dinkes Kobar
DetikNews.sbs.Kotawaringin Barat - Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan pemberitaan Dayak News edisi 15 Juli 2026, pihak SD dan Madrasah Diniyah Daarul Hikam bersama warga RT 14 Kelurahan Madurejo berinisiatif mengajukan permohonan fogging kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD.
Data Dinas Kesehatan Kobar yang dimuat dalam pemberitaan tersebut mencatat terdapat 51 kasus DBD di Kecamatan Arut Selatan, 15 kasus di Kumai, 8 kasus di Kotawaringin Lama, 7 kasus di Pangkalan Banteng, dan 2 kasus di Pangkalan Lada.
Pengurus Madrasah Diniyah Daarul Hikam, Ust. H. Slamet Ariyadi, mengapresiasi pelaksanaan fogging yang telah dilakukan. Namun, ia berharap upaya pencegahan terus ditingkatkan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus dan edukasi kepada masyarakat agar kasus DBD tidak terus bertambah.
Sementara itu, Ketua RT 14 Madurejo, Muhammad Nur, berharap pemerintah daerah lebih proaktif dalam mengantisipasi penyebaran DBD. Menurutnya, fogging sebaiknya dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah rawan, bukan hanya setelah ada permohonan dari masyarakat.
Meningkatnya jumlah kasus DBD tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas langkah pencegahan yang telah dilakukan pemerintah. Warga berharap Dinas Kesehatan dapat meningkatkan surveilans, penyuluhan, pemeriksaan jentik berkala, distribusi abate, serta percepatan penanganan di wilayah yang berpotensi terjadi penularan.
Selain fogging, masyarakat juga diimbau untuk rutin menerapkan PSN 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang dapat menampung air, serta melakukan berbagai upaya pencegahan lain agar nyamuk Aedes aegypti tidak berkembang biak.
Hingga berita ini diturunkan, media masih berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat terkait penyebab meningkatnya kasus DBD, strategi penanganan yang sedang dilakukan, serta langkah konkret yang akan ditempuh untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
Masyarakat berharap penanganan DBD tidak hanya bersifat reaktif ketika kasus mulai meningkat, tetapi dilakukan secara terencana dan berkelanjutan sehingga angka penyebaran DBD di Kabupaten Kotawaringin Barat dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.(Gusti).
