BREAKING NEWS

141 Personel Berjibaku Jinakkan Karhutla di KM 17–18, Medan Sulit Jadi Tantangan


 

DetikNews.sbs.Kotawaringin Barat – Perjuangan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) belum berakhir. Hingga Senin (7/9/2026), petugas masih berjibaku melakukan pendinginan di kawasan KM 17 hingga KM 18 arah Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama.


Pendinginan dilakukan secara bergantian untuk memastikan bara api tidak kembali menyala dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Kaposko KM 15, Iptu Cecep Langlang Buana, mengatakan pemantauan terhadap kondisi karhutla terus dilakukan secara intensif sejak sehari sebelumnya.




“Sejak kemarin hingga hari ini, tim terus memonitor perkembangan karhutla. Untuk mengantisipasi munculnya kembali api, kami melakukan pendinginan di KM 17 sampai KM 18,” ujar Cecep.

Penanganan karhutla tersebut melibatkan tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Secara keseluruhan, sekitar 141 personel dikerahkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla.

Personel tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, BPBD, Brigit, Manggala Agni hingga MPA. Mereka disiagakan untuk melakukan pemadaman, pendinginan sekaligus pemantauan perkembangan titik api.

Namun, perjuangan petugas di lapangan tidak mudah. Jarak titik kebakaran yang cukup jauh serta kondisi medan membuat kendaraan tidak dapat menjangkau seluruh lokasi.

“Kendalanya di lapangan salah satunya jarak yang cukup jauh dari lokasi kebakaran, sehingga kendaraan tidak bisa masuk sampai ke titik tertentu. Karena itu, personel harus melanjutkan penanganan dengan menyesuaikan kondisi medan,” jelas Cecep.

Meski terkendala akses, Satgas Karhutla tidak menghentikan upaya penanganan. Petugas terus melakukan pendinginan secara bergantian guna memastikan tidak ada bara yang kembali memicu munculnya api.



Kesiapsiagaan juga diperkuat di Posko KM 15. Personel tetap disiagakan selama 24 jam untuk memonitor situasi dan perkembangan karhutla di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi, mengingat kondisi lahan yang masih berpotensi memunculkan kembali titik api.

Satgas memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman dan tidak terdapat lagi potensi api kembali membesar.(Gusti).