Pangdam XXII/TB dan Gubernur Kalteng Cek Langsung Penanganan Karhutla di Kobar
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan Karhutla di lapangan berjalan cepat, terpadu dan melibatkan seluruh unsur terkait.
Pangdam XXII/TB bersama rombongan tiba di Bandara Iskandar Pangkalan Bun menggunakan pesawat ID 6204 dari Cengkareng. Kedatangan rombongan disambut jajaran TNI, Polri dan Pemerintah Kabupaten Kobar.
Turut dalam rombongan Asops Kasdam XXII/TB Kolonel Inf Danang Prasetyo Wibowo, M.I.Pol. Sementara penyambutan di antaranya dilakukan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., Dandim 1014/Pbn Letkol Inf Makin, S.Sos., M.I.P., Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M., Danlanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widianto, M.Han., Danlanal Kumai Mayor Laut (P) Wahyu Setyadi, S.S.T.Han., serta unsur Forkopimda dan instansi terkait.
Setibanya di Kobar, Pangdam bersama rombongan langsung menuju Posko Induk Karhutla BPBD Kobar di Jalan Cilik Riwut II, Kecamatan Madurejo. Di lokasi tersebut, Pangdam menerima paparan mengenai kondisi serta perkembangan Karhutla di wilayah Kobar sepanjang 2026.
Setelah dari posko induk, rombongan kemudian bergerak menuju Posko Lapangan Karhutla BPBD Kobar di kawasan Gang Ir. Wisman, Sei Tatas, Kelurahan Baru.
Di lokasi tersebut, Pangdam meninjau secara langsung upaya penanganan titik api yang dilakukan personel gabungan. Kunjungan ini sekaligus untuk melihat kesiapan petugas dan memastikan langkah penanganan dilakukan secara efektif guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman.
Pangdam XXII/TB menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat dan sinergi seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, instansi terkait hingga masyarakat.
“Karhutla harus ditangani secara cepat dan terpadu. Yang paling utama adalah bagaimana kita mencegah api meluas, melindungi masyarakat dan lingkungan, serta memastikan seluruh unsur di lapangan bekerja secara sinergis sesuai tugas dan tanggung jawabnya,” tegasnya.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman saat api muncul. Upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting untuk menekan potensi terjadinya kebakaran.
“Upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat sangat penting agar kejadian Karhutla dapat ditekan dan dampaknya tidak semakin luas,” ujarnya.
Kunjungan Pangdam XXII/TB bersama Gubernur Kalteng tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi dalam menghadapi Karhutla di wilayah Kalteng, khususnya Kobar.
Pemerintah dan aparat gabungan diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan setiap munculnya titik api, demi melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. (Gusti)


